Siapa yang percaya karma itu ada? Dan apakah karma itu kutukan?
Saya sering mendengar jangan berbuat orang lain merasa tidak senang dengan sikap ataupun kelakuan kita karena bisa saja orang tersebut tidak terima dan akhirnya akan menjadi karma bagi kita, cepat atau lambat.
Benarkah?
Kalau dulu, karma biasanya terjadi tidak dengan orang yang bersangkutan, tapi ke anak cucu orang yang bersangkutan. Tapi sekarang katanya karma langsung menuju ke orang yang bersangkutan, sehingga dampaknya lebih terasa.
Tapi apakah karma itu benar-benar ada, seperti lagunya Coklat.
"Jangan menangis sayang, bila umurku panjang, kelak ku kan datang kubuktikan, satu balas kan kau jelang.."
Intinya, jangan bangkitkan kebencian dihati satu orangpun. Karena siapapun takkan pernah tau betapa sakitnya perasaan orang yang mungkin tak sengaja tersakiti.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar