Minggu, 12 Juli 2015

Event Report - J-Rock Hadir di Acara Ngabuburit Bersama XL di Hermes Place Polonia

Minggu sore (12/7) sekitar pukul 16.00 di Ground Floor Atrium Hermes Place Polonia, XL menghadirkan acara ngabuburit bersama. Blogger Medan yang merupakan sebuah komunitas bagi blogger yang tinggal di Medan, mendapatkan undangan exclusive dari pihak XL untuk menghadiri event tersebut sekaligus acara berbuka bersama. Saya yang notabene baru bergabung didalam komunitas Blogger Medan sehari sebelumnya merasa sangat senang dapat berpartisipasi dalam event tersebut, walaupun datang terlambat tapi nggak apalah ya, yang penting J-Rocknya belum muncul dan tetap masih bisa menikmati acara-acara yang ada. 



Salah satu acara yang sempat saya ikuti adalah, pelelangan ponsel Samsung Grand Prime yang senilai Rp. 2.300.000,-. Saya yang memang sedang mencari ponsel baru karena camera  ponsel android saya yang abal-abal itu tidak bisa menangkap moment sesuai dengan aslinya, dan perlu diganti secepatnya langsung saja mengangkat tangan ketika pelelangan dimulai dari harga Rp. 500.000,-. Tapi nasib baik tidak menghampiri saya, ketika ada seorang bapak-bapak yang terus-terusan mengangkat tangannya dengan penawaran yang lebih tinggi dari saya. Saya relakanlah ponsel itu ditangan bapak tersebut dengan harga Rp. 1.700.000,- Sayang juga sih, tapi nanti saya mau cari ponsel yang lebih mumpuni lagi dibidang fotografi. Ada ide ?

Acara lain yaitu ada tutorial hijab, undian berhadiah dari Elevania, penjualan ponsel murah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, dan acara berbuka bersama. Sebelum acara berbuka bersama disuguhkan performance by J-Rock yang menyanyikan sekitar 10 lagu yang beberapa tidak saya ketahui. Maklum bukan J-Rockstar. Yang bisa saya ikuti hanya lagu Ceria, Kau Curi lagi, I'm Falling in Love.



Penonton yang rata-rata adalah fans dan undangan, langsung memenuhi bagian depan panggung ketika J-Rocks dipanggil untuk memasuki panggung. Untuk yang tak dapat tempat didepan panggung, masih ada layar dibelakang panggung agar para penonton lainnya tidak kecewa karena tidak dapat menyaksikan J-Rocks dari dekat. Ditengah-tengh performance mereka pun tak lupa membagi-bagikan merchandise kepada penonton, sayang sekali lagi-lagi saya nggak dapet, hahaha.. Sepuluh lagu dinyanyikan tanpa jeda oleh Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bass), dan Anton (drum). Mereka berempat terlihat keren walaupun berkeringat dan pasti kelelahan perform saat menjelang berbuka puasa. 





Setelah selesai memakan sepuluh lagu, J-Rocks pun pamit. Acara dilanjutkan dengan memberikan donasi kepada anak-anak yatim dari panti asuhan di daerah pulo Brayan. Adik-adik yang akan diberikan donasi naik keatas panggung. Setelah itu dilanjutkan tausyiah oleh seorang Ustad yang saya tidak tau siapa namanya. Tausyiah berakhir berbarengan dengan bedug Maghrib tanda berbuka puasa. Takjil gratis diberikan oleh pihak XL kepada seluruh pengunjung yang masih hadir saat itu.



Para member Blogger Medan pun menuju suatu tempat dibelakang panggung untuk menikmati kudapan buka bersama. Tak lama setelah sholat Maghrib, J-Rocks melakukan press conference dengan media yang berfoto bersama fans dan media. Tak ketinggalan member Blog M pun mendapatkan ksempatan untuk berfoto bersama J-Rocks. Ini kedua kalinya saya bisa melihat performance J-Rocks setelah terakhir kali ketika masih jaman kuliah, dulu..




Blurrrrr karena terburu-buru sebelum diusir pihak security
Sekian Event Report kali ini, see ya !

Minggu, 05 Juli 2015

Arisan Part 3 - Buka Puasa Bersama Solidas 08 B

Arisan part 2 bulan lalu nggak ada saya tulis di blog, alasannya : males dan nggak mood. Padahal arisan part 2 itu saya yang narik loh. Seru sebenarnya karena setelah makan-makan kamipun langsung menuju karaoke keluarga, untuk nanyi-nanyi lagu galau. Apalagi ada sesi curhat-curhatan sama teman. Tapi ya karena saya males nulis dibulan Juni lalu, cerita itu biarlah mengendap di hati saya. Hehehehe :p

So saya akan membagikan kegiatan arisan part 3 kami yang sekaligus acara buka bersama Solidas 08 B. Ini pun perjuangan yang berat untuk menyatukan teman-teman yang super duper sibuk. Ada yang bisa dihari Jum'at, yang lainnya nggak bisa. Ada yang bisa dihari Sabtu, yang lain pada malam mingguan. kalau saya sih kapan aja bisa. So, kami ambil jalan tengahnya yaitu hari Sabtu, tanggal 4 Juli kemarin.

Bertempat di Ayam Penyet Ria cabang Dr Mansyur yang baru buka beberapa minggu sebelumnya. Dan saya yang melakukan reservasi tempat beberapa hari sebelumnya. Betul saja, jika tak reservasi, alamat kami tak akan mendapatkan tempat duduk dan tak akan dilayani. Saya terlambat datang, 10 menit menuju buka puasa saya baru sampai dilokasi, maklum orang sibuk :p

Plenger-plenger yang hadir saat itu Cicik, Hanim, Ester, Putri, Nila, Rahmad, Ferri, Hotden dan Joe. Nggak begitu rame seperti tahun-tahun sebelumnya tapi ya, lumayanlah..

Pakai tongsis - Tangan Ferri

Keep Shining




Mengenai tempat, saya rasa salah memilih Ayam Penyet Ria cabang Dr Mansyur untuk berbuka puasa tahun ini. Karena terlalu ramai, pelayanan mereka kurang tanggap. Lama sekali menunggu makanan kami yang bersepuluh ini keluar. Dan waitressnya pun sering salah mengantarkan pesanan.  Belum lagi sambel yang memang jadi primadona setiap makan ayam penyet, sedikit sekali, sampai-sampai Hanim minta sambelnya lagi. Karena sudah lapar, saya pun lupa untuk memotret pesanan saya yaitu Bebek Bakar dan Es Teler. Bebek bakarnya lumayan enak, tapi ya itu, kurang sambel. Dan lalapannya sedikit banget. Untuk Es Telernya, nggak recomended sih. Nggak enak gitu.

Untuk dekorasi tempat, lumayan lah. Cantik untuk foto-foto. Tapi ya harus punya camera yang bagus. Karena lampunya agak temaram, jadi pasti gelap kalau pakai camera seperti camera android abal-abal saya. Hahaha :p Untung Ester punya camera yang mumpuni untuk foto-foto, lumayan, ada yang bisa saya buka-buka untuk nostalgia tahun-tahun yang akan datang.




Kamis, 02 Juli 2015

Pengalaman Membuka Rekening TabunganKu BNI

Sejak saya mulai bekerja beberapa tahun yang lalu, saya merasa sangat komsumtif. Apa-apa yang saya inginkan pasti akan terus memaksa saya untuk mendapatkannya. Walaupun sebenarnya saya menolak tapi tetap saja keinginan untuk memiliki tas-sepatu-pakaian dan peralatan kosmetik, atau keinginan untuk mecicipi setiap kudapan resto dan cafe yang sedang ngehits terus memanggil-manggil saya hingga akhirnya saldo di rekening utama saya habis terkuras. Senang ? Pasti, akhirnya saya bisa memiliki barang-barang yang saya inginkan dan makan makanan yang saya sukai. Sedih ? Lebih lagi. Saya selalu merasa menyesal, setelah melihat saldo saya yang hanya tinggal Rp.100.000 menjelang akhir bulan..

Berbagai cara telah saya lakukan untuk, setidaknya mengurangi kegiatan komsumtif saya tersebut. Mulai dari mencicil barang yang memang saya butuhkan untuk beberapa tahun kemudian, menginvestasikannya kedalam logam mulia yang walaupun nggak seberapa, tapi sedikit membantu saya dalam mengerem hobi belanja saya tersebut.

Sampai akhirnya saya berpikir, bahwa sebenarnya yang menjadikan saya komsumtif adalah, adanya kartu ATM yang bisa dijadikan kartu belanja. Sehingga mindset saya, nggak ada uang di dompet pun, toh masih bisa gesek untuk belanja. Atau ah masih ada uang di rekening kok, nanti tinggal mampir bentar ke ATM. Sesimpel itu, tanpa memikirkan gaji sebulan yang susah payah saya dapatkan dihamburkan begitu saya..

Untuk mengatasi hal tersebut saya membuka TabunganKu, dari Bank BNI.

TabunganKu adalah produk kerjasama antara Bank Konvensional dengan BI demi menumbuhkan semangat menabung di masyarakat. Tabunganku ini tidak membebankan biaya administrasi bulanan yang biasanya pasti ada di tabungan konvensional. Pada dasarnya, Tabunganku hanya memfasilitasi fitur-fitur yang sedikit dibawah fasilitas bank konvensional pada umumnya, seperti tidak adanya fasilitas kartu ATM, tidak adanya fitur SMS dan internet banking, dan dibatasinya jumlah penarikan uang via teller. Tapi tak sedikit juga bank yang menyediakan fitur tambahan tersebut agar menarik nasabah bergabung dan menabung di produk Tabunganku mereka.

Mengapa saya memilih Tabunganku BNI, alasannya simpel. 

Rekening Tabunganku dari Bank BNI ini bebas biaya administrasi bulanan, yah, walaupun bunganya hanya 0.25% tapi bukan bunga yang menjadi tujuan utama saya. Bebas biaya administrasi cukup menguntungkan karena saya akan menganggap uang yang saya setorkan di rekening ini sudah hilang, dan melayang. Tidak dapat diganggu gugat kecuali keadaan mendesak yang sangat mendesak.

Dan karena TabunganKu BNI dapat menerima transferan dari bank manapun, sehingga begitu saya menerima gaji bulanan dengan payroll dari Bank lain, dapat saya transfer langsung ke rekening TabunganKu saya. Kelebihan lainnya saya dapat mengambil uang yang saya butuhkan tanpa harus kekantor cabang dimana saya membuka rekening (menurut Customer Service, walaupun tidak seperti itu penjelasan di website mereka. Sudah saya tanyakan ke customer servicenya, dan Mbak CS bilang, bisa diambil dikantor cabang manapun!)

Walaupun Tabunganku BNI memiliki fasilitas kartu ATM, saya menolaknya, tentu saja, karena alasan komsumtif saya. Pun karena kantor cabang BNI banyak tersebar dimana-mana, sehingga tak terlalu sulit bila ada kebutuhan mendesak, tapi cukup rempong untuk menunggu antrian jika hanya demi berbelanja kosmetik.

Berikut penjelasan mengenai TabunganKu Bank BNI yang saya kutip dari website mereka disini

TabunganKu adalah tabungan untuk perorangan Warga Negara Indonesia dengan persyaratan mudah dan ringan yang diselenggarakan secara bersama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KEUNGGULAN

  • Setoran awal dan saldo minimal hanya Rp 20.000,-.
  • Mendapatkan fasilitas kartu dengan limit belanja, tarik tunai dan transfer antar rekening BNI masing-masing sebesar Rp.1.000.000,- per hari.
  • Kartu dapat digunakan di seluruh jaringan BNI ATM, ATM Bersama, Link dan ATM Prima.
  • Bebas biaya administrasi bulanan, biaya kartu dan biaya penggantian buku TabunganKu.
  • Transaksi penyetoran tunai dapat dilakukan setiap saat melalui teller Kantor Cabang BNI yang  tersebar di seluruh Indonesia.
  • Transaksi penarikan tunai dapat dilakukan setiap saat melalui teller di Kantor Cabang BNI tempat pembukaan rekening tanpa dikenakan biaya penarikan untuk 2 (dua) kali transaksi per bulan, transaksi penarikan ke-3 dan seterusnya dikenakan dikenakan Rp.1.000,-./transaksi.

 

PERSYARATAN

  • Mengisi formulir permohonan dan menyerahkan copy identitas diri yang masih berlaku.
  • 1 (satu) orang hanya bisa memiliki 1 (satu) rekening, kecuali bagi orang tua yang membuka rekening untuk anak yang masih dibawah umur.
  • Tidak diperkenankan untuk rekening bersama dengan status “dan/atau”.

 

BIAYA

  • Rekening yang tidak ada transaksi selama 6 (enam) bulan berturut-turut (dorman) dikenakan biaya Rp 2.000,-./bulan
  • Rekening dorman dengan saldo ≤ Rp 20.000,-., maka rekening akan ditutup oleh system dengan biaya penutupan rekening sebesar sisa saldo.
  • Penutupan Rekening atas permintaan nasabah dikenakan biaya Rp.20.000,-.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lalu berangkatlah saya menuju Bank BNI terdekat dari rumah saya, jam menunjukkan pukul 8.30 pagi. Dan ternyata Bank BNI sudah dipenuhi nasabah. Saya menunggu sekira 10 menit dan dilayani oleh Customer Service BNI bernama Lidya yang wajahnya mirip dengan rekan kerja saya dahulu. Setelah saya jelaskan maksud saya untuk membuka rekening TabunganKu, Mbak Lidya dengan ramah menjelaskan fitur dan fasilitas yang sudah saya kutipkan diatas. Setelah setuju dengan itu semua, saya mengisi formulir dan Mbak Lidya membantu saya membukakan rekening Tabunganku. Ohya, syaratnya mudah saja, yaitu : 
1. KTP Elektronik, 
2. Tanda pengenal lainnya (bisa Kartu keluarga, NPWP, SIM), 
3. Setoran awal minimal Rp. 20.000. 
4. Biaya materai Rp. 6.000.

Sekira 10 menit Mbak Lidya selesai melayani saya, dan saya mendapatkan Buku Tabungan yang selanjutnya akan digunakan untuk menyetor atau mengambil uang. Semoga buku tabungan ini cepat leceknya..






Senin, 11 Mei 2015

Resep : Fettuccine Carbonara ( Praktis, Ekonomis dan Anti Gagal )

Dijaman yang sekarang serba sulit ini X_X saya lebih berhati-hati dalam menggunakan uang yang mengalir ke rekening saya dari kerja keras saya selama satu bulan. Karena kalau nggak di rem, bisa-bisa gaji saya hanya akan nongkrong diawal bulan dan akan ludes di tengah bulan. Keinginan saya sebagai wanita sangat banyak, sama seperti wanita-wanita lain yang addicted dengan lipstick, pengen extention bulu mata, galau dengan tas mahal, hobi makan dan nongkrong di cafe-cafe. 

Tapi saya juga harus menabung, kalau gaji saya ludes untuk hedonisme, bisa-bisa saya tua tanpa punya apa-apa untuk pensiun dan diwariskan nanti kepada anak-anak saya. Dan saya tidak akan menyusahkan kedua orangtua saya untuk memenuhi hasrat saya dalam berbelanja. Maka dari itu saya cukup memiliki 2 atau 3 jenis lipstik dengan warna yang berbeda, dan memasak sendiri jika saya lagi ngidam masakan cafe. Hehehe.. :D

Kali ini saya akan membagikan resep Fettuccine Carbonara ala cafe yang sangat ekonomis dan praktis serta anti gagal kalau dimasak dengan cara yang benar. Saya sudah berkali-kali gagal dalam memasak pasta favorite saya kalau lagi nongkrong di cafe. Mulai dari tidak enak, salah produk, salah step-by-step dalam mengolah, tidak pas rasanya, dan masih banyak lagi. Sampai akhirnya saya berhasil menemukan sebuah resep yang praktis dan rasanya identik dengan rasa dari cafe-cafe itu. Berikut resep dan step-by stepnya..



Bahan-bahan yang dibutuhkan :
  • Pasta intsan 1/2 bungkus kecil ( Bisa spaghetti, fettuccine, macaroni ataupun fussily dengan merek bebas. Saya menggunakan merek La Fonte karena gampang dicari )
  • Susu Full Cream 250ml ( Saya menggunakan merek Ultra Milk yang memang plain tanpa rasa manis. Pernah coba merek Frisian Flag malah gagal total karena rasanya manis )
  • Bawang merah dan bawang putih beberapa siung
  • Keju cheddar olahan dan diparut (merek bebas)
  • 1 butir kuning telur ( hanya kuningnya saja ya! )
  • Isian ( Saya menggunakan crabstik dan sosis yang memang ada di kullas, kalau resep aslinya menggunakan daging asap dan jamur kancing kalengan. Bebas bereksperimen, tapi jangan pakai kornet kalengan ya karena bisa gagal total juga, hehehe )
  • Lada putih
  • Margarine
  • Parsley
Cara memasak :


Rebus Fettuccine sampai aldente. Sembari merebus, siapkan wadah untuk mencampur susu full cream dengan 1 butir kuning telur dan parutan keju cheddar. Susu, kuning telur dan keju yang sudah diparut jangan dimasukkan satu-persatu kedalam wajan karena akan gagal, harus dicampur didalam wadah seperti gambar dibawah ini.


Jika fettuccine sudah aldente, kemudian tiriskan dan beri margarine agar tidak lengket dan sisihkan. Setelah itu masukkan margarine ke wajan untuk menumis bawang merah dan bawang putih sampai harum.



Jika sudah harum dan kecoklatan, masukkan isian crabstick dan sosis yang sudah diiris. Tumis hingga matang.


Lalu masukkan susu, kuning telur dan keju yang sudah dicampur dalam satu wadah. Saya menggunakan banyak keju karena saya memang demen dengan keju :|


Biarkan hingga mendidih, lalu masukkan fettuccine yang sudah direbus.


Masukkan lada putih bubuk dan garam sesuai selera. Saya masukkan sedikit dan saya icip dulu udah pas belum rasanya kalau belum akan saya tambah hingga rasa yang saya harapkan. Tunggu hingga mengental dan siap disajikan dengan taburan daun parsley.




Akan lebih maknyus kalau ada keju parmesan bubuk untuk ditabur sebelum parsley. Tapi karena nggak ada ya sudah keju cheddar juga sudah mawakili. Fettuccine Carbonara ini bisa untuk 2 porsi kalau menggunakan setengah bungkus fettuccine instan bungkus kecil merek La Fonte. Lumayan kan, hanya mengeluarkan budget sekitar Rp. 25.000 saja sudah dapat menikmati pasta ala cafe yang memang sangat menjadi favorite saya. Rasanya yang creamy dan keju banget memeltedkan lidah saya #lebay

www.foodspotting.com
Nggak jauh beda kan dengan foto diatas ? Hehehehe..

Beberapa kegagalan yang pernah saya alami dalam mengolah saus Carbonara rumahan :
  1. Salah produk susu ( Pilih yang full cream dan tanpa rasa ). 
  2. Menggunakan 1 butir telur utuh. Padahal hanya menggunakan kuningnya saja.
  3. Menuangkan susu, telur dan keju satu persatu ( Tidak dicampur dalam satu wadah )
  4. Salah isian, saya pernah menggunakan kornet kalengan. Rasa kornet menjadi sangat dominan
  5. Lupa memarut keju.
Sekian resep praktis anti gagal dari saya, semoga bermanfaat.

Jumat, 08 Mei 2015

Mendadak Dangdut

Judul post ini mirip dengan pilem beberapa tahun yang lalu booming karena Titi Kamal menyanyikan lagu Jablay dan jadi hitz sampai beberapa waktu. Tapi, post ini nggak ada hubungannya dengan pilem tersebut.

Jadi ceritanya, saya adalah seorang anti dangdut. Saya benci banget kalo di TV lagi ada siaran penyanyi dangdut lagi berdendang. Kontan langsung saya ganti chanel TV mencari siaran lain yang lebih bagusan dikit untuk ditonton. Pokoknya saya nggak suka dan nggak pernah tau apalagi berniat ngapalin lagu-lagu dangut.

Sampai akhirnya saya nggak sengaja nonton Dangdut Academi 2 di Indosiar. Nggak sengajanya karena saat itu saya dan anggota catering saya sedang memasak untuk pesanan catering yang kami terima untuk besok harinya. Karena anggota-anggota saya itu memang pecinta dangdut, jadi mengalah lah saya TV dikuasai mereka sambil tetap memasak. Bete banget sebenernya karena saya nggak demen dengan dangdut tapi harus mendengar dan sesekali melirik ke TV :(

Lalu, saya tertarik dengan sebuah lagu dari H. Rhoma Irama, yang berjudul "Keramat" yang saat itu sedang dinyanyikan oleh kontestan yang sedang bertanding. Lirik dari lagu keramat itu benar-benar menyentuh hati saya. Berikut petikannya :

Hai manusia, hormati ibumu 
Yang melahirkan dan membesarkanmu
Darah dagingmu dari air susunya 
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya 

Dialah manusia satu-satunya 
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Doa ibumu dikabulkan Tuhan 
Dan kutukannya jadi kenyataan 
Ridla Ilahi karena ridlanya 
Murka Ilahi karena murkanya

Bila kau sayang pada kasihmu
Lebih sayanglah pada ibumu 
Bila kau patuh pada rajamu 
Lebih patuhlah pada ibumu

Saya seperti tertohok mendengar lagi itu. Karena selama ini saya lebih memikirkan orang yang sebenarnya tidak memikirkan saya dibandingkan memikirkan kebahagiaan Mama saya. Sejak mendengar lagu itu saya berjanji untuk semakin mencintai Mama yang sudah melahirkan dan membesarkan saya selama 25 tahun ini. Sampai sekarang pun setiap pagi Mama masih menyuapi saya sarapan karena saya nggak akan sempat sarapan jika tidak disuapin.

Dan sejak itu saya jadi mengikuti acara yang ditayangkan di Indosiar tersebut. Ternyata lagu-lagu dangdut itu luas maknanya. Saya jadi malu sendiri mengakui kalau ternyata saya menyukai Dangdut. Karena karena Project Pop, Dangdut is the music of my country.
 


Senin, 04 Mei 2015

Amazing Dubai

Kakak sepupu saya yang tinggal dan bekerja di Canada menawari saya pekerjaan di Dubai, United Arab Emirated. Sungguh suatu tawaran yang sangat menarik karena kakak sepupu saya juga pernah bekerja di Dubai sebelum akhirnya berpetualang ke Canada.

Saya belum pernah menginjakkan kaki di luar negri, dan sekiranya saya dapat bekerja di Dubai, suatu pengalaman yang mungkin tak kan terlupakan seumur hidup saya.

Beberapa hari yang lalu saya sudah mengirimkan CV saya kepada beliau yang akan diteruskan kepada temannya yang masih bekerja di Dubai. Semoga kali ini rezeki saya untuk terbang dan mengadu nasib di kota yang cepat sekali perkembangannya. Jangan berpikir Dubai adalah kota yang dipenuhi padang pasir karena berada di Arab, tapi sekarang Dubai menjadi kota wisata yang memerlukan pekerja-pekerja asing untuk mendukung operasional.







Amazing Dubai..

Minggu, 03 Mei 2015

Arisan Part 1

Demi menjalin silaturahmi yang terputus diantara teman-teman semasa kuliah dulu, saya membuat sebuah usulan untuk mengadakan Arisan. Dan syukurnya diterima dengan baik oleh teman-teman yang lain. Dengan proses panjang dan super heboh di grup BBM, akhirnya terealisasi juga arisan yang dipimpin oleh Cicik.

Arisan ini berlangsung sebulan sekali dan penarikan dilakukan pada hari Minggu pertama setiap bulan. 

Dan semalam pertama kalinya diadakan arisan di Manna House di Jl. Cut Meutia Medan. Kami janjian berkumpul pukul 13.00 tapi taulah ya rumusnya, jam janjian + 1 jam = jam janjian sebenarnya. Dan berkumpul lah kami pukul 14.00, hehehe..

Walaupun banyak yang nggak bisa hadir dikarenakan sedang diluar kota - sedang males keluar rumah - sedang pacaran - sedang puasa, arisan kami tetap lupa waktu. Saya pikir akan cukup waktu 2 jam untuk ngobrol ngalor ngidul dengan teman-teman saya, ternyata meleset 2 jam :D

Saya memesan Fettuccine Carbonara plus Ice Lemon Tea sebagai kudapan. Rasanya fettuccine nya creamy dan keju banget, seperti harapan saya. Topping daging asap dan jamur kancing menambah rasa gurih dan membuat kepingin lagi ketika saya mengetik tulisan ini -_-
 


Pada tanggal 30 April lalu Cicik berulang tahun yang kesekian, jadilah akhirnya Hanim membawa Cake dari Clovers untuk sedikit memeriahkan acara. Selamat ulang tahun, Cik!




Yang ulang tahun kok malah nyuapin ??
 Diantara kami yang datang, tak satupun yang sudah menikah!


Sekian event report kali ini, semoga arisan ini akan mempererat silaturahmi antara personel Solidas 08 B.


Foto diatas dari aplikasi How Old Robot, yang mendeteksi umur seseorang dari wajah. Wah ternyata saya masih cocok sebaya anak SMA ya..